Keren ngga ?

Rabu, 10 April 2013

Pengertian tentang Remaja



Apa definisi remaja ?
Remaja didefinisikan sebagai masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Batasan usia remaja berbeda-beda sesuai dengan social budaya setempat.
Menurut WHO (badan PBB untuk kesehatan dunia) batasan usia remaja adalah 12 sampai 24 tahun. Sedangkan dari segi program pelayanan, definisi remaja yang 10 sampai 19 taahun dan belum kawin. Sementara itu, menurut BKKBN (Direktorat Remaja dan Perlindungan Hak Reproduksi) batasan usia remaja adalah 10 sampai 19 tahun.
Apa definisi reproduksi ?
Istilah reproduksi berasal dari kata re yang artinya kembali dan kata produksi yang artinya membuat atau menghasilkan. Jadi istilah reproduksi mempunyai arti suatu proses kehidupan manusia dalam menghasilkan keturunan demi kelestarian hidupnya. Sedangkan yang disebut organ reproduksi adalah alat tubuh yang berfungsi untuk reproduksi manusia.
Apa arti kesehatan reproduksi remaja ?
Kesehatan reproduksi remaja adalah suatu kondisi sehat yang menyangkut system, fungsi dan proses reproduksi yang dimiliki oleh remaja. Pengertian sehat disini tidak semata-mata berarti bebas dari kecacatan namun juga sehat secara mental serta social cultural.
(PERLUNYA PENGETAHUAN TENTANG
 KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA)
Mengapa remaja perlu mengetahui kesehatan reproduksi ?
Remaja perlu mengetahui kesehatan reproduksi agar memiliki informasi yang benar mengenai proses reproduksi serta berbagai factor  yang ada disekitarnya. Dengan informasi yang benar, diharapkan remaja memiliki sikap dan tingkah laku yang bertanggung jawab mengenai proses reproduksi.
Siapa saja yang perlu diberitahu perihal informasi kesehatan reproduksoi ?
Proses reproduksi merupakan proses melanjutkan keturunan yang menjadi tanggung jawab bersama laki-laki maupun perempuan. Karena itu baik laki-laki maupun perempuan harus tahu dan mengerti mengenai berbagai aspek kesehatan reproduksi. Kesalahan dimana persoalan reproduksi lebih bnyak menjadi tanggung jawab perempuan tidak boleh terjadi lagi.
Perlukah orang tua mendapat informasi tentang kesehatan reproduksi remaja.
Ya. Orang tua juga perlu mendapat informasi tentang kesehatan reproduksi remaja. Mengapa demikian ?. Karena orang tua memiliki hubungan yang erat dengan remaja baik secara fisik maupun emosional. 


Karena itu diharapkan orang tua dapat pula memberikan informasi tentang kesehatan reproduksi tersebut kepada anak remaja yang mereka  miliki.
Dengan demikian siapa saja yang menjadi sasaran program kesehatan reproduksi remaja ?
Sasaran utama program ini adalah remaja itu sendiri baik pria maupun wanita. Sasaran lainnya adalah oranbg tua.
Pengetahuan dasar kesehatan reproduksi apa yang perlu diberikan kepada remaja agar mereka mempunyai kesehatan reproduksi yang baik ?
-Tumbuh kembang remaja: perubahan fisik/psikis pada remaja masa subur, anemia dan kesehatan reproduksi
-Kehamilan dan melahirkan: usia ideal untuk hamil, bahaya hamil pada usia muda, berbagai aspek kehamilan tak diinginkan (KTD) dan abortus
-Pendidikan seks bagi remaja: pengertian seks, perilaku seksual, akibat pendidikan seks dan keragaman seks
-Penyakit menular seksual dan HIV/AIDS
-Kekerasan seksual dan bagaimana menghindarinya
-Bahaya narkoba dan miras pada kesehatan reproduksi
-Pengaruh social dan media terhadap perilaku seksual
-Kemampuan berkomunikasi: memperkuat kepercayaan diri dan bagaimana bersifat asertif
-Hak-hak reproduksi dan gender
Apa perbedaan pendidikan kesehatan reproduksi dan pendidikan seks ?
Pendidikan seks merupakan bagian dari pendidikan kesehatan reproduksi sehingga lingkup pendidikan kesehatan reproduksi lebih luas. Pendidikan kesehatan reproduksi mencakup seluruh proses yang berkaitan dengan system reproduksi dan aspek-aspek yang mempengaruhinya, mulai dari aspek tumbuh kembang hingga hak-hak reproduksi. Sedangkan pendidikan seks lebih difokuskan kepada hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan seks.­­­­­­­­­­­
(PELAKSANAAN PROGRAM DI LAPANGAN)
Bagaimana kita memulai dan mempercepat pengembangan program ini di lapangan ?
Tentu saja dengan melibatkan semua pihak seperti tokoh masyarakat, tokoh agama, pendidikan, professional seperti bidan, dokter, LSM serta instansi pemerintah terkait. Semua pihak tersebut merupakan pihak yang dapat mendukung pelaksanaan program di lapangan. Namun jangan dilupakan bahwa sangat penting untuk melibatkan remaja itu sendiri dalam merencanakan, melaksanakan dan memonitor/mengevaluasi program yang akan dijalankan. Buatlah program kesehatan reproduksi remaja merupakan program dari remaja, untuk remaja dan tentang remaja.
Jalur – jalur apa saja yang dapat dipakai untuk melaksanakan program ini ?
Banyak jalur yang dapat dipergunakan. Program ini dapat dilaksanakan melalui jalur sekolah terutama melalui ekstrakurikuler, jalur kelompok yang ada di masyarakat seperti pramuka, karang taruna, pengajian remaja maaupun orang tua, kelompok arisan dan lain sebagainya. Program ini juga dapat memanfaatkan mass media seperti radio ataupun media cetak. Melalui radio, kita dapat mengintegrasikan program ini dalam siaran yang khusus membahas masalah remaja. Atau kita sendiri dapat mengembangkan program radioi interaktif yang membahas masalah kesehatan reproduksi remaja. Kita dapat pula mengembangkan pusat-pusat informasi dan konseling remaja.
Apa yang perlu diperhatikan dalam memulai dan melaksanakan program ini di lapangan ?
Berpikirlah tentang program secara besar, Mulailah dengan hal-hal yang kecil atau sederhana. Bertindaklah sekarang.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar