Apa definisi remaja ?
Remaja didefinisikan sebagai masa peralihan
dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Batasan usia remaja berbeda-beda sesuai
dengan social budaya setempat.
Menurut WHO (badan PBB untuk kesehatan
dunia) batasan usia remaja adalah 12 sampai 24 tahun. Sedangkan dari segi
program pelayanan, definisi remaja yang 10 sampai 19 taahun dan belum kawin.
Sementara itu, menurut BKKBN (Direktorat Remaja dan Perlindungan Hak
Reproduksi) batasan usia remaja adalah 10 sampai 19 tahun.
Apa definisi reproduksi ?
Istilah reproduksi berasal dari kata re
yang artinya kembali dan kata produksi yang artinya membuat atau menghasilkan.
Jadi istilah reproduksi mempunyai arti suatu proses kehidupan manusia dalam
menghasilkan keturunan demi kelestarian hidupnya. Sedangkan yang disebut organ
reproduksi adalah alat tubuh yang berfungsi untuk reproduksi manusia.
Apa arti kesehatan reproduksi remaja ?
Kesehatan reproduksi remaja adalah suatu
kondisi sehat yang menyangkut system, fungsi dan proses reproduksi yang
dimiliki oleh remaja. Pengertian sehat disini tidak semata-mata berarti bebas
dari kecacatan namun juga sehat secara mental serta social cultural.
(PERLUNYA PENGETAHUAN TENTANG
KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA)
Mengapa remaja perlu mengetahui kesehatan
reproduksi ?
Remaja perlu mengetahui kesehatan
reproduksi agar memiliki informasi yang benar mengenai proses reproduksi serta
berbagai factor yang ada disekitarnya.
Dengan informasi yang benar, diharapkan remaja memiliki sikap dan tingkah laku
yang bertanggung jawab mengenai proses reproduksi.
Siapa saja yang perlu diberitahu perihal informasi
kesehatan reproduksoi ?
Proses reproduksi merupakan proses
melanjutkan keturunan yang menjadi tanggung jawab bersama laki-laki maupun
perempuan. Karena itu baik laki-laki maupun perempuan harus tahu dan mengerti
mengenai berbagai aspek kesehatan reproduksi. Kesalahan dimana persoalan
reproduksi lebih bnyak menjadi tanggung jawab perempuan tidak boleh terjadi
lagi.
Perlukah orang tua mendapat informasi
tentang kesehatan reproduksi remaja.
Ya. Orang tua juga perlu mendapat informasi
tentang kesehatan reproduksi remaja. Mengapa demikian ?. Karena orang tua
memiliki hubungan yang erat dengan remaja baik secara fisik maupun emosional.
Karena itu diharapkan orang tua dapat pula
memberikan informasi tentang kesehatan reproduksi tersebut kepada anak remaja
yang mereka miliki.
Dengan demikian siapa saja yang menjadi
sasaran program kesehatan reproduksi remaja ?
Sasaran utama program ini adalah remaja itu
sendiri baik pria maupun wanita. Sasaran lainnya adalah oranbg tua.
Pengetahuan dasar kesehatan reproduksi apa
yang perlu diberikan kepada remaja agar mereka mempunyai kesehatan reproduksi
yang baik ?
-Tumbuh kembang remaja: perubahan
fisik/psikis pada remaja masa subur, anemia dan kesehatan reproduksi
-Kehamilan dan melahirkan: usia ideal untuk
hamil, bahaya hamil pada usia muda, berbagai aspek kehamilan tak diinginkan
(KTD) dan abortus
-Pendidikan seks bagi remaja: pengertian
seks, perilaku seksual, akibat pendidikan seks dan keragaman seks
-Penyakit menular seksual dan HIV/AIDS
-Kekerasan seksual dan bagaimana
menghindarinya
-Bahaya narkoba dan miras pada kesehatan
reproduksi
-Pengaruh social dan media terhadap
perilaku seksual
-Kemampuan berkomunikasi: memperkuat
kepercayaan diri dan bagaimana bersifat asertif
-Hak-hak reproduksi dan gender
Apa perbedaan pendidikan kesehatan
reproduksi dan pendidikan seks ?
Pendidikan seks merupakan bagian dari
pendidikan kesehatan reproduksi sehingga lingkup pendidikan kesehatan
reproduksi lebih luas. Pendidikan kesehatan reproduksi mencakup seluruh proses
yang berkaitan dengan system reproduksi dan aspek-aspek yang mempengaruhinya,
mulai dari aspek tumbuh kembang hingga hak-hak reproduksi. Sedangkan pendidikan
seks lebih difokuskan kepada hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan seks.
(PELAKSANAAN PROGRAM DI LAPANGAN)
Bagaimana kita memulai dan mempercepat
pengembangan program ini di lapangan ?
Tentu saja dengan melibatkan semua pihak
seperti tokoh masyarakat, tokoh agama, pendidikan, professional seperti bidan,
dokter, LSM serta instansi pemerintah terkait. Semua pihak tersebut merupakan
pihak yang dapat mendukung pelaksanaan program di lapangan. Namun jangan
dilupakan bahwa sangat penting untuk melibatkan remaja itu sendiri dalam
merencanakan, melaksanakan dan memonitor/mengevaluasi program yang akan
dijalankan. Buatlah program kesehatan reproduksi remaja merupakan program dari
remaja, untuk remaja dan tentang remaja.
Jalur – jalur apa saja yang dapat dipakai untuk
melaksanakan program ini ?
Banyak jalur yang dapat dipergunakan.
Program ini dapat dilaksanakan melalui jalur sekolah terutama melalui
ekstrakurikuler, jalur kelompok yang ada di masyarakat seperti pramuka, karang
taruna, pengajian remaja maaupun orang tua, kelompok arisan dan lain
sebagainya. Program ini juga dapat memanfaatkan mass media seperti radio
ataupun media cetak. Melalui radio, kita dapat mengintegrasikan program ini
dalam siaran yang khusus membahas masalah remaja. Atau kita sendiri dapat mengembangkan
program radioi interaktif yang membahas masalah kesehatan reproduksi remaja.
Kita dapat pula mengembangkan pusat-pusat informasi dan konseling remaja.
Apa yang perlu diperhatikan dalam memulai
dan melaksanakan program ini di lapangan ?
Berpikirlah tentang program secara besar,
Mulailah dengan hal-hal yang kecil atau sederhana. Bertindaklah sekarang.